Showing posts with label Sejarah Pemikiran Manajemen. Show all posts
Showing posts with label Sejarah Pemikiran Manajemen. Show all posts

Sunday, May 8, 2016

Sejarah Pemikiran Manajemen - Revolusi Industri di Amerika Serikat

Revolusi Industri di Amerika Serikat

1.      Industri dan Manajemen Sebelum Perang
Amerika adalah bangsa koloni selama hampir beberapa tahun. Negara tersebut memiliki pemukiman yang memikat antara lain: kesempatan ekonomi, kebebasan beragama, dan pemisahan politik. Upaya untuk mengembangkan kolonial manufaktur Amerika dikecam oleh Inggris, karena Inggris mempercayai adanya kemungkinan Amerika akan menjadi pesaing berbahaya bagi industri Inggris. Terdapat dua dokumen tentang perdagangan akhir pada tahun 1776,yaitu: Deklarasi kemerdekaan dan kekayaan bangsa Adam Smith. Warisan ekonomi Amerika adalah perdagangan yang luas , tetapi tekanan untuk melarikan diri dari kebijakan Inggris yang kuat. Serupa dengan deklarasi kemerdekaan di Amerika, buku smith muncul di Inggris.Itu adalah deklarasi kemerdekaan ekonomi.
Pada tahun-tahun antara 1776 dan 1787 pemikiran Adam Smith banyak dibaca dan dibahas oleh para pemimpin bisnis dan politik AS. Tulisan Smith dipasang ke konsep filosofis bangsa yang baru dipegang oleh mereka yang memprotes peran yang kuat dari pemerintah dalam hal ekonomi.Kecenderungan Laissez-faire Smith diterima oleh petani konstitusi. Pasal I, bagian 8, memberi kongres kekuasaan untuk memberlakukan dan memungut pajak, meminjam uang, memperbaiki standar bobot dan ukuran, menghukum pemalsuan, masalah hak paten, dan mengatur perdagangan dengan negara-negara asing dan di antara beberapa negara kecuali untuk kekuasaan mereka. Pemerintah memiliki pendekatan yang relatif lepas tangan untuk urusan ekonomi dan bertindak terutama untuk menjaga keseragaman dan ketertiban di antara negara-negara. Selain iklim yang menguntungkan politik, kondisi ekonomi dan sosial yang matang, Amerika Serikat adalah negara yang kaya akan sumber daya alam, dengan pasokan tenaga kerja yang berkembang. Banyak pedagang kolonial telah menjadi kaya dalam perdagangan.Dana ini, dibantu oleh dicta dari thriftof puritanisme awal, membuat peningkatan jumlah modal yang tersedia untuk manufaktur. Tiga dari pedagang sejahtera, William Almy, Smith Brown, dan Moses Brown, dari Providence, Rhode Island, menyediakan modal yang terbuka untuk  industri Amerika Serikat.



2.      Pengembangan Industri
Banyak faktor yang memicu pertumbuhan industri pada akhir abad ke 19, seperti sumber daya yang melimpah, teknologi baru, energi murah, transportasi cepat, ketersediaan modal dan tenaga kerja. Sumber daya melimpah dapat dilihat dari ketersediaan bahan  tambang, hutan, dan ternak di barat yang menyediakan bahan baku utama industri besi dan minyak di Ohio,Pennsylvania. Teknologi baru dapat dilihat dari adanya penemuan-penemuan mesin,seperti penemuan telefon oleh Alexander Graham Bell. Energy dan transportasi cepat dapat dilihat dari pembangunan jalan kereta api yang dibuat  untuk kemudahan,kemurahan,dan kecepatan transportasi. Ekspansi perusahaan Kereta Api diizinkan untuk memindahkan bahan baku dan produk dari kapal ke pasar  perkotaan. Sementara dalam hal ketersedian modal dapat dilihat dari kekayaan sumber daya alam dan banyaknya industri baru yang bermunculan sehingga membuat kas negara meningkat. Serta ketersediaan tenaga kerja dapat dilihat dari banyaknya warga negara asing yang bermigrasi untuk mencari pekerjaan dan kesejahteraan, serta warga asli Amerika sendiri  yang berpaling dari sektor pertanian ke industri.
Perkembangan industri di Amerika Serikat memberikan dampak yang luar biasa bagi keberlangsungan negaranya dan juga dunia.Sektor industry mulai melebarkan sayapnya diberbagai bidang, seperti industry tekstil, minyak, baja, sepatu.
a.       Industri Tekstil
Inggris mendahului negara-negara lain di dunia dalam hal industri, sebab pada abad ke-18 terjadi revolusi yang membuat kemajuan dan perkembangan industri Inggris menajdi pesat.Oleh karena itu Inggris berusaha keras untuk menjaga rahasia mereka dalam bidang industri dengan melarang ekspor mesin atau gambarnya, bahkan para mekanik yang mempunyai pengetahuan sampai dilarang untuk keluar negeri.Samuel Slater adalah orang yang membawa rahasia ini ke benua Amerika.
Slater membawa cukup banyak perubahan pada Amerika dengan penerapan-penerapan sistemnya dalam perusahaan.Pada tahun 1790 Slater mendirikan sebuah pabrik kecil di Pawtucket, Rhode Island dengan hasil yang cukup memuaskan.Ia menggunakan mesin uap tenun daya pada steam perusahaan manufaktur kapas, sedangkan perusahaan lain mengantungkan kegiatan produksinya dengan mengandalkan tingkat air yang mengalir di sungai. Slater mampu untuk mengatur produksi dan tenaga kerja.Ia berlari keluar dari kerabatnya dan mulai menyewa manajer profesional untuk menjalankan dan mempertanggungjawabkan kegiatan produksi di pabrik. Slater memberikan pengaruh baik pada dinamika awal perusahaan Amerika Serikat terhadap tekanan persaingan teknologi asing dan domestik.
Untuk menimbulkan gelombang lain dalam industri tekstil Amerika Serikat, Francis cabot lowell, seorang pedagang terkemuka berkunjung ke Inggris dan mengamati manufaktur tekstil tenun disananya yang menggunakan kekuatan kincir air. Kemudian Lowell menyalin desain dan  mendirikan perusahaan manufaktur boston di Waltham, Massachutes.
b.      Industri Minyak
Di masa lalu Amerika Serikat terkenal sebagai negara penghasil minyak bumi yang berlimpah. Orang indian menggunakannya untuk bahan bakar dan obat. Mereka mengeruk minyak dari genangan di permukaan tanah.Menempelkan kain di atas genangan hitam, kemudian memerasanya untuk menempatkannya dalam wadah.
Terobosan besar bagi pengguna minyak baru terjadi tahun 1840-an sewaktu seorang ahli geologi Kanada bernama Abraham Gesner menemukan pembuatan minyak tanah. Minyak ini disuling dari batu bara atau minyak bumi. Kemudian digunakan sebagai minyak lampu, sehingga minyak bumi pun melonjak harganya.Tetapi usaha pengeboran besar-besaran unutk menambang minyak bumi belum didapat caranya.Hingga 28 Agustus 1859 George Bissell dan Edwin L. Drake membuat kesuksesan pertama dalam menggunakan mesin bor di daerah Titusville Pennyslvania.
c.       Industri Baja
Pioner berpengaruh dalam industri baja adalah Andrew Carnegie yang merupakan seorang imigran dari Skotlandia.Dengan keberanian, kerja keras, ambisi besar Carnegie berhasil menguasai sektor besi baja di Amerika. Kemudian ia dan temannya mengembangkan sayap dengan memebuat pabrik baja Amerika Serikat yang kemudian menjadi perusahaan penghasil baja terbesar di dunia.
Sekarang Amerika Serikat menjadi negara industri terbesar di dunia. Mereka muncul sebagai pemimpin dalam produksi dagang dari kayu dan baja serta pertambangan batu bara, besi, emas, dan perak. Secara keseluruhan, bangsa ini mengalami ledakan yang menakjubkan dalam skala industri dan tingkat produksi.Pada pergantian abad, industrialisasi telah merubah perdagangan, organisasi bisnis, lingkungan, tempat kerja, dan kehidupan rumah tanggga sehari-hari.
d.      Industri Sepatu
Industry untuk kebutuhan masyarakat seperti sepatu memiliki perintis.Pennington Gilbert Shoe adalah perusahaan yangb bergerak dalam bidang produksi sepatu yang didirikan tanggal 24 Januari 1925 di Missiouri dengan pemilik William Pennington.Perusahaan ini berkembang dengan pesat. Keberhasilan komitmen Pennington untuk menjaga stok barang di took selalu terpenuhi maka William Pennington pada tahun 1930 terpilih sebagai presiden Bristol Shoe Company yang menguasai industry sepatu di Amerika Serikat.
Mengigat bahwa dalam sebuah Negara industry, jumlah pabrik banyak.Tentu saja terdapat industry-industri besar yang memerlukan banyak pekerja.Lahan pekerjaan ini menjadi sasaran utama dari orang-orang yang membutuhkan pekerjaan, terutama mereka yang pendidikannya tidak terlalu tinggi.
e.       Industri Rokok/Tembakau
Industri lain seperti rokok merupakan industri tidak popular sampai tahun 1847 ketika Philipp Morris mendirikan perusahaan tembakau. Dua tahun kemudian perusahaan rokok menjadi sangat terkenal.Inovasi pertama pembuatan rokok dengan tenaga mesin dilakukan oleh James Buchanan Duke.Dia membawa mesin sebagai suatu syarat industry rokok hingga pada tahun 1880 usahanya membawa keuntungan yang sangat besar. J.B. Duke mengiklankan perusahaan miliknya dengan menggunakan mesin, sehingga bebas dari tangan kotor para imigran yang baru dating.
Awal abad 20 pertumbuhan penjualan rokok sangat cepat. Disisi lain artikel yang berkaitan dengan kesehatan pun muncul. Walau peringatan muncul dimana-mana penjualan rokok tetap saja membumbung tinggi.





3.      Sistem Manufaktur Amerika
Pada tahun 1851, pameran besar industri semua bangsa digelar di Crystal Palace, London. Yang paling menakjubkan para pengunjung adalah pameran dari AS yaitu : kunci unpickable buatan Alfred Hobbs, mesin jahit buatan Isaac Singer, pistol berulang buatan Samuel Colt, dan penuai mekanik Cyrus McCormick. Tidak hanya unggul dari bangsa lain, produk tersebut dibuat dengan cara yang unik, bagiannya dibuat untuk memenuhi standar sehingga dapat dipertukarkan, sehingga seseorang bisa mengambil bagian secara acak dan merakit produk yang lengkap. Teknik produksi ini muncul dan dikenal sebagai Sistem Manufaktur Amerika.
Pada awal 1436, Arsenal Venesia (Italia) memproduksi kapal perang dengan cara standar. Sebagai contoh, semua busur dibangun sesuai dengan panah, semua posting dibuat cocok untuk semua kemudi, dan perabot geladak semua seragam. Pembuatan senjata di Swiss, Prancis, dan negara-negara lain telah mengikuti prinsip ini dalam pekerjaan mereka
Di Amerika Serikat, dan tempat lain dimulai pada pembuatan senjata. Kontraktor swasta awal, seperti Eli Whitney dan Simeon North, memiliki batch kecil senjata menggunakan bagian yang dipertukarkan, tetapi dengan keberhasilan yang terbatas.The Springfield (Massachusetts) Armory didirikan pada tahun 1795 sebagai sentral pembuatan senjata, tapi bengkel tersebut tidak mengembangkan teknik manajemen dengan baik.Sampai pada saat Kolonel Roswell Lee menjadi pengawas pada tahun 1815, teknik manajemen menjadi lebih terorganisasi.Sebuah sistem akuntansi dikembangkan untuk mengontrol persediaan waktu, persediaan bahan dan pembayaran upah para pekerja. Spesialisasi tenaga kerja juga meningkat: pada tahun 1815, ada 36 pekerjaan keahlian yang berbeda. Perkembangan baru dalam Metalworking mesin dan alat-alat pengukur untuk mengukur keakuratan bagian mulai digunakan.Jadi bagian dapat diproduksi dengan toleransi lebih dekat, yang meningkatkan pertukaran mereka. Kolonel Lee juga memperketat disiplin dengan kebijakan baru pada tahun 1816 yang melarang "pertengkaran atau bermain di toko-toko, penghancuran semena-mena milik pemerintah, kebisingan, perjudian, ... (dan) penggembalaan sapi atau babi di properti publik". The Springfield Armory bukan keputusan profit, tetapi memberikan kita prototipe yang lebih baik untuk pengembangan pabrik modern dari pabrik tekstil awal. Pembagian kerja, organisasi yang jelas, penggunaan teknik akuntansi untuk pembayaran upah dan pengendalian waktu dan biaya material, standar seragam, teknik pengukuran untuk pemeriksaan dan pengawasan, dan metode canggih Metalworking semua penting untuk apa yang kemudian disebut Sistem Manufaktur Amerika.

4.      Rel Kereta Api : pioneering in U.S. management
Industri kereta api pada tahun 1850 telah membawa dimensi baru untuk kehidupan AS. Dimulai dengan kolonel John Stevens dari Hoboken, New Jersey.Dianggap eksentrik, ia tidak bisa mendapatkan dukungan keuangan sampai tahun 1830 ketika ia membangun Camden dengan panjang 23 mil  dan kereta api Amboy. Steven membuat banyak kontribusi teknis lainnya dan memperoleh gelar sebagai bapak engineering Amerika. Setelah Camden dan Amboy, jalur lainnya, seperti Chesapeake dan ohio, dan Baltimore dan ohio dibangun dan diperluas sampai pada tahun 1850.
Selain itu, pada periode ini penemuan Samuel FB Morse, yaitu telegraf menjadi awal dari sistem komunikasi nasional. Sebuah garis eksperimental antara new York dan Washington DC pada tahun 1844, dan pada 1860 yaitu terdapat sekitar 50.000 km kabel dan tiang silang di bagian timur negara tersebut.Telegraf memfasilitasi sistem transportasi serta menangani pesan pribadi dan komersial.Revolusi transportasi dan komunikasi ini membawa kehidupan baru, lahan baru terbuka untuk pemukiman, memperluas pasar dan membentuk strategi distribusi, serta lebih efisien.
Kereta api benar-benar merupakan bisnis besar pertama United States. Industri tekstil, meskipun berkembang dan mendominasi wilayah timur laut, iatidak pernah berkembang menjadi perusahaan yang mempunyai ukuran dan ruang lingkup seperti kereta api. Perusahaan tekstil masih relatif kecil, gudang senjata springfield jarang digunakan, dan penanaman modal dalam industri relatif rendah. Tidak seperti tekstil, operasi kereta api yang menyebar tidak bisa dikendalikan dengan inspeksi pribadi dari ratusan stasiun dan ribuan mil dari jalur, sehingga membuat komunikasi masalah yang signifikan. Investasi di trek dan rolling stock yang besar dan perencanaan jangka panjang yang luas diperlukan untuk mencegah pengeluaran yang besar.Yang terpenting agar operasi berjalan sukses adalah keselamatan penumpang dan pencegahan kerusakan atau kehilangan kargo.Layanan Penjadwalan diperlukan perencanaan dan koordinasi, dan aturan serta kebijakan harus dikembangkan untuk memandu keputusan elemen organisasi.

5.      Daniel McCallum: sistem dan organisasi
Daniel Craig McCallum (1815-1878) lahir di Skotlandia, ia datang ke United States pada 1822. Dia diterima di beberapa sekolah dasar di Rochester, new York, tetapi memutuskan untuk tidak masuk di salah satu sekolah tersebut. Dia meninggalkan rumah, menjadi tukang kayu dan arsitek merancang berbagai bangunan. Dia kemudian meninggalkan bidang ini untuk bergabung dengan New York dan perusahaan kereta api Erie pada tahun 1848. Dia menunjukkan bakat manajemen serta teknik dan menjadi pengawas divisi quehanna. Dihadapkan dengan meningkatnya masalah integrasi kereta api dan tingkat kecelakaan yang tinggi, manajemen erie mengangkat McCallum menjadi pengawas umum pada Mei 1854. Pada Juni 1854, para pekerja melakukan pemogokan kerja selama 10 hari, bukan untuk minta di bayar lebih, melainkan mereka bertindak menyimpang dari system McCallum.
Menurut McCallum, manajemen yang baik didasarkan pada disiplin yang baik, sebuah deskripsi pekerjaan rinci tertentu, pelaporan atau kinerja rutin dan akurat, dan membayar berdasarkan prestasi, hirarki yang jelas kewenangan atasan atas koordinat, dan penegakan tanggung jawab pribadi dan akuntabilitas seluruh organisasi. Dia mempunyai prinsip-prinsipmanajemen sebagai berikut:
1.      Sebuah divisi yang tepat dari tanggung jawab
2.      Kewenangan yang cukup untuk memungkinkan melakukan tanggung jawab tersebut
3.      Cara untuk mengetahui apakah tanggung jawab tersebut dapat dieksekusi
4.      Ketepatan yang besar dalam laporan semua tugas, sehingga kekeliruan dapat dikoreksi dengan cepat
5.      Informasi tersebut dapat diperoleh melalui sistem laporan harian dan cek
6.      Penerapan sistem, secara keseluruhan, yang akan memungkinkan pengawas umum untuk mendeteksi kesalahan dengan segera.

McCallum mengembangkan tingkat kekhususan organisasi untuk melaksanakan prinsip-prinsip ini. Pertama, ia memisahkan dan mengidentifikasi setiap kelas pekerja untuk tugas dan mewajibkan semua pekerja untuk mengenakan seragam yang ditentukan dengan lambang kelas mereka. Kedua, ia mengembangkan aturan yang komprehensif untuk membatasi kemampuan individu untuk melakukan tugas-tugas mereka sesuka hati. Aturan 6, misalnya, mengamanatkan bahwa insinyur bertanggung jawab untuk melakukan pekerjaan yang layak.
Akhirnya, McCallum mengembangkan struktur organisasi formal.Grafik berupa pohon dan menggambarkan garis wewenang dan tanggung jawab, pembagian kerja antar unit operasi, dan jalur komunikasi untuk pelaporan dan kontrol. Akar pohon mewakili direksi dan presiden, cabang lima divisi operasi ditambah departemen staf layanan perbaikan mesin, mobil, jembatan, telegraf, lukisan, bendahara, dan kantor sekretaris, daun adalah berbagai barang lokal dan forwarding kantor tiket, supervisor bawahan, kru, dan pada elemen terendah.
McCallum menggunakan telegraf untuk membuat operasi lebih aman serta untuk memudahkan administrasi dengan mewajibkan laporan per jam untuk menunjukkan posisi setiap kereta dalam sistem, laporan harian tentang penumpang dan kargo, dan laporan bulanan untuk memberikan penghitungan statistik manajemen untuk perencanaan, pembuatan tingkat, dan kontrol.Dia merancang cross-check sistem kontrol pintar dengan mewajibkan baik angkutan penumpang dan konduktor untuk melaporkan gerakan kereta, beban, angkutan rusak, dan sebagainya, dengan membandingkan laporan yang bisa melihat perbedaan dan ketidakjujuran.
Sistem McCallum berhasil dari sudut pandang manajemen, tetapi masalahnya adalah pembuatan bir atas aturan 6.Para insinyur tidak pernah memaafkan McCallum, 29 insinyur telah dipecat karena melanggar aturan 6.Sebuah pemogokan enam bulan terjadi, dan McCallum tidak dapat menggantikan insinyur.Dia mengundurkan diri, bersama dengan presiden perusahaan, pada tahun 1857.Namun McCallum telah mendapatkan pujian tertinggi henry Varnum Poor, editor terkemuka dari Railroad Journal dan juru bicara untuk industri Amerika. Poor kemudian memiliki beberapa keraguan tentang sistem, tetapi pikiran itu membawanya pada langkah menuju  hal yang benar. Bagaimanapun, manajerial McCallum belum berakhir.Sementara di Erie, ia menemukan dan mematenkan (1851) jembatan truss nonfleksibel (
inflexible arched truss bridge). Pada tahun 1857 ia mendirikan Jembatan Perusahaan McCallum dan jembatan dibangun di seluruh negeri, dengan penghasilan sebesar $ 75.000 per tahun. Pada 1862 ia diminta oleh Menteri Perang Stanton untuk mengelola perkeretaapian nasional, dengan kekuatan untuk merebut dan mengoperasikan setiap kereta api yang diperlukan untuk upaya perang Uni. Pada akhir perang ia menjadi seorang mayor jenderal dan prestasi utamanya adalah menyediakan kampanye Atlanta 200 hari Jenderal Sherman. Setelah perang, McCallum menjabat sebagai konsultan untuk Atlantik dan Railroad Great Western dan serikat Pasifik. Menurunnya kesehatan membuat McCallum diminta pensiun dini dari Brooklyin, di mana ia melakukan bisnis jembatan lagi, tetapi menulis puisi. Puisi paling terkenal adalah “The Water-Mill”.
Pendekatan McCallum untuk manajemen itu tidak hilang, meskipun kemunduran di Erie. Henry Poor mempublikasikan karyanya secara luas, dan banyak lainnya mengikuti gaya McCallum dalam sistematisasi bisnis besar pertama di negara itu. Albert Fink mengembangkan sistem akuntansi biaya yang menggunakan arus informasi, klasifikasi biaya, dan perangkat kontrol statistik dan menjadi model untuk pengendalian perusahaan modern. Audit sebagai fungsi staf terpisah dari akuntansi juga mulai diterapkan di rel kereta api. Pada awal 1847 B & O digunakan internal auditor untuk memeriksa penanganan penerimaan dan pengeluaran. Eksternal audit oleh kantor akuntan publik independen juga mulai sedini tahun 1854, sebagai stakeholder, terpisah dari manajemen, ingin memverifikasi laporan manajemen.Pertumbuhan organisasi, pemisahan geografis kegiatan, dan pemisahan kepemilikan dan manajemen adalah kekuatan pendorong untuk sistematisasi manajemen kereta api. Penerapan yang paling setia sistem McCallum, bagaimanapun, datang pada Railroad Pennsylvania. J. Edgar Thompson dan ide-ide Thomas A. Scott diterapkan McCallum untuk departementasi geografis, jalur formal wewenang dan tanggung jawab, komunikasi, lini dan staf tugas, pengukuran kinerja, dan akuntansi biaya.









6. Henry V. Poor :  pandangan yang lebih luas dari manajemen
Henry Varnum Poor (1812-1905), melalui posisinya sebagai editor American Journal, mencoba untuk menjadi pengusaha besar. Sementara McCallum berbicara masalah operasi internal, Poor mencari prinsip-prinsip yang lebih luas dari operasi kereta api, termasuk pembiayaan, regulasi, dan peran kereta api dalam kehidupan AS. Poor orang yang  berpendidikan dan datang dari latar belakang yang lebih daripada McCallum, penulis biografinya memberitahu kita bahwa Poor itu benar-benar dijiwai dengan rasa cinta dan optimisme terhadap masa-masa pada abad kesembilan belas Amerika Serikat. Sebagai editor Journal dalam Perang tahun pra-Sipil, Poor membuat majalah berkala bisnis terkemuka dari sumber harian dan informasinya terpercaya bagi investor kereta api serta manajer. Editorialnya membahas perkembangan kereta api, masalah, dan reformasi yang diperlukan dalam praktek operasi dan disajikan data keuangan dan operasi secara rinci. Setelah perang, Pedoman tentang Kereta Api di Amerika Serikat melanjutkan upayanya untuk memajukan penyebaran informasi keuangan dan operasi. Hidupnya dipenuhi oleh pemikiran kritis tentang  kereta api dan dengan dampaknya yang luar biasa. Pada tahun-tahun awal, Erie adalah salah satu target favorit Poor. Munculnya reformasi McCallum membuat Poor menjadi penggerak terbesar dari Erie sebagai contoh manajemen yang tepat.Poor menganggap kebutuhan untuk reformasi manajerial lebih pada melalui pengembangan kelompok manajer professional, bukan dari spekulan dan promotor untuk membangun sistem transportasi nasional. Poor mencari ilmu atau system dari manajemen, dan dari McCallum karya Poor diperoleh tiga prinsip dasar:
         Organisasi, adalah dasar untuk semua manajemen: harus ada pembagian kerja dari pemimpin ke pekerja biasa, masing-masing dengan tugas dan tanggung jawab tertentu. Para pekerja harus bertanggung jawab langsung kepada atasan langsung mereka, Poor berulang kali menggunakan istilah Tanggung Jawab dan Akuntabilitas dalam editorial itu.
         Komunikasi, berarti merancang metode pelaporan seluruh organisasi untuk memberikan manajemen puncak akuntansi yang akurat dari operasi.
         Informasi, adalah "komunikasi yang direkam"; Poor melihat perlunya satu set laporan operasi untuk dikompilasi untuk biaya, pendapatan, dan pembuatan tingkatan (rate). Prinsip ketiga ini adalah penampilan awal dari konsep data bank dalam literatur manajemen dalam arti bahwa manajemen akan membangun dana data pada operasi untuk menganalisis sistem sekarang dan untuk menyediakan dasar untuk perubahan untuk meningkatkan layanan.
Pengaruh McCallum pada tulisan Poor dapat dibaca dengan jelas, dan pengembangan prinsip ketiga ini  dapat ditelusuri pada upaya  Albert Fink untuk menginstal sistem kontrol statistik dalam struktur perusahaan.
Sama seperti pekerjaan McCallum yang menjadi dikenal secara luas, sebagian besar juga diperlihatkan oleh editorial Poor.Poor mulai memiliki keraguan tentang apakah organisasi, komunikasi dan informasi dapat memadai untuk mencakup prinsip manajemen.Poor mengunjungi Inggris pada tahun 1858 untuk melihat sistem perkeretaapian. Setelah kembali, ia menulis tentang "kesulitan menyesuaikan kemampuan manusia dan praktek bisnis saat ini dan lembaga untuk persyaratan dituntut oleh operasi yang efisien seperti  unit administratif besar".Baik di Inggris dan di Erie, Poor melihat ketahanan kerja berkembang dengan disiplin yang diperlukan oleh manajemen yang sistematis.
Dengan demikian, Poor mulai mencari beberapa prinsip yang lebih luas untuk mengatasi masalah "mengenai manusia sebagai mesin belaka, yang mana semua kualitas yang diperlukan untuk menjadi seorang pelayan dapat ditegakkan hanya dengan pembayaran upah.Solusi Poor adalah kepemimpinan yang dapat mengatasi permasalahan dan rutin menanamkan organisasi dengan esprit de corps.Manajemen puncak harus menjadi "jiwa entreprise, mencapai dan menanamkan hidup, intelegensi dan ketaatan dalam setiap bagian dari itu. Jiwa ini tidak harus terbagi-bagi atau terputus-putus, yang satu ke arah kepala, yang lain ke tangan, dan satu lagi ke kaki. Dimana kurangnya persatuan, disitu  akan ada kekurangan energy dari inteligensi hidup.
Pemimpin tidak hanya harus mengetahui semua aspek operasi kereta api dan administrasi, tetapi juga harus mampu menangani orang, untuk mengetahui total sistem, dan untuk mencegah konflik antar departemen yang bisa menghancurkan tujuan persatuan. Kegagalan dalam kepemimpinan berasal dari dua sumber:
         Ketidakmampuan pada seleksi dasar atau pelatihan, dan
         Kurangnya sistem informasi untuk menentukan manajer yang lemah.
Sebagai juru bicara untuk industri, Poor mengecam promotor dan spekulan yang dimanipulasi saham untuk keuntungan jangka pendek dengan mengorbankan industri.Ia mencerminkan semangat laissez-faire dengan mengadakan kompetisi terbatas. Satu-satunya undang-undang yang diperlukan adalah bahwa untuk melindungi "manusia rasional jujur" dari promotor tidak jujur. Dia bersikeras bahwa perkembangan sistem kereta api cepat AS adalah "bukti bahwa ketergantungan pada kepentingan individu beroperasi di bawah kondisi persaingan terbatas mengakibatkan kebaikan terbesar untuk jumlah terbesar. Melalui publisitas untuk menginformasikan pemegang saham dan publik, melalui profesionalisasi manajemen, dan melalui perlindungan rasional dari irasional, rel kereta api bisa mencapai peran yang tepat dalam perekonomian.
Henry Varnum Poor benar-benar seorang pria yang luar biasa yang datang untuk mengatasi masalah yang lebih luas dalam manajemen dan lingkungannya.Jauh sebelum frederick taylor, Poor menyerukan suatu sistem; jauh sebelum Elton Mayo, ia menyerukan pengakuan faktor manusia, dan jauh sebelum Chris Argyris, ia menyerukan kepemimpinan untuk menghapus kekakuan dari organisasi formal. Dia adalah salah satu kontributor awal untuk pemikiran manajemen.


Sejarah Pemikiran Manajemen - Manajemen Ilmiah / Scientific Management

MANAJEMEN ILMIAH

Manajemen ilmiah atau disebut juga manajemen modern merupakan suatu kepemimpinan atau pengelolaan kegiatan untuk mencapai suatu tujuan dengan menggunakan cara kerja yang berdasarkan prinsip - prinsip atau pedoman - pedoman keilmuan.

Adapun ciri - ciri manajemen ilmiah atau modern adalah sebagai berikut :
  • Menggunakan cara kerja keilmuan dan prinsip - prinsip keilmuan sebagai hasil percobaan dan penyelidikan yang ilmiah pula.
  • Terdapat nasionalisasi yaitu bekerja berdasarkan perhitungan - perhitungan atau pemikiran yang cermat dan teliti.
  • Terdapat standarisasi yaitu bekerja berdasarkan ukuran - ukuran ( standar - standar ) tertentu, baik dalam cara kerja, waktu yang digunakan, maupun hasil produksi yang diharapkan.
  • Terjadi peningkatan produktivitas sebagai hasil kerja yang efektif dan efisien.
  • Cara kerja dan hasil kerjanya dapat mengikuti dan memenuhi tuntutan kebutuhan jaman yang makin meningkat.
Tahap - tahap perkembangan manajemen ilmiah :
  1. Tahap Survival (1886 - 1930), tahun 1886 adalah tahun lahirnya ilmu manajemen yang ditandai dengan gerakan manajemen ilmiah yang dipelopori oleh Frederick Winslow Taylor. Dalam tahap survival ini, para ahli memperjuangkan untuk diakuinya manajemen sebagai salah satu cabang ilmu pengetahuan.
  2. Tahap Konsolidasi atau Penyempurnaan (1930 - 1945), dalam tahap ini para pelopor manajemen ilmiah merumuskan metode - metode dan prinsip - prinsip dari ilmu manajemen yang dapat dipraktekan dalam kegiatan - kegiatan perusahaan.
  3. Tahap Human Relation (1945 - 1959), dalam tahap ini, selain menggunakan prinsip - prinsip berdasarkan keilmuan, juga lebih mengutamakan perhatian kepada manusia (para pekerja) yang berperan serta dalam kegiatan - kegiatan mencapai tujuan usaha. Hubungan antara pemimpin dan pegawai diupayakan dilaksanakan dalam suasana hubungan manusia yang lebih baik.
  4. Tahap Behaviouralisme (1959 - sekarang), dalam tahap ini perhatian utama para ahli manajemen terutama dipusatkan terhadap pentingnya peranan manusia kerja dalam usaha mencapai tujuan perusahaan. 


v  Pemikiran Frederick W. Taylor
Manajemen ilmiah, atau dalam bahasa Inggris disebut scientific management, pertama kali dipopulerkan oleh Frederick Winslow Taylor dalam bukunya yang berjudul Principles of Scientific Management pada tahun 1911. Dalam bukunya itu, Taylor mendeskripsikan manajemen ilmiah adalah “penerapan metode ilmiah untuk menentukan cara terbaik dalam menyelesaikan suatu pekerjaan.” Dalam revolusi mental, Taylor mengatakan tentang ‘Perang’ diganti dengan ‘kedamaian’ dan ’saling percaya’ untuk menggantikan ‘ketidakpercayaan’.
Ide tentang penggunaan metode ilmiah muncul ketika Taylor merasa kurang puas dengan ketidakefesienan pekerja di perusahaannya. Ketidakefesienan itu muncul karena mereka menggunakan berbagai macam teknik yang berbeda untuk pekerjaan yang sama, nyaris tak ada standar kerja di sana. Selain itu, para pekerja cenderung menganggap gampang pekerjaannya. Sehingga Taylor berusaha keras menerapkan metode ilmiah untuk menemukan sebuah “teknik paling baik” dalam menyelesaikan tiap-tiap pekerjaan.
Pedoman ini mengubah drastis pola pikir manajemen ketika itu. Jika sebelumnya pekerja memilih sendiri pekerjaan mereka dan melatih diri semampu mereka, Taylor mengusulkan manajemenlah yang harus memilihkan pekerjaan dan melatihnya. Manajemen juga disarankan untuk mengambil alih pekerjaan yang tidak sesuai dengan pekerja, terutama bagian perencanaan, pengorganisasian, dan pengontrolan. Hal ini berbeda dengan pemikiran sebelumnya di mana pekerjalah yang melakukan tugas tersebut. Sementara Tujuan dan Objek Prinsip Manajemen menurut Taylor, yaitu:
Tujuan                :   - Merancang sistem untuk meningkatkan performa organisasi.
-  Menemukan solusi untuk masalah ketenagakerjaan.
Objek Prinsip     :  Menjamin kemakmuran maksimum bagi pekerja dan pengusaha.
Prinsip-Prinsip Taylor:
1.      Pengembangan metode-metode ilmiah dalam manajemen, sebagai contoh, metode yang paling baik untuk pelaksanaan setiap pekerjaan dapat ditentukan.
2.      Secara ilmiah, menyeleksi dan kemudian memberikan latihan dan pendidikan kepada para pekerja.
3.      Kerja sama secara sungguh-sungguh antara manajemen dan para pekerja untuk menjamin bahwa semua pekerjaan dilaksanakan sesuai dengan prinsip-prinsip ilmu yang telah dikembangkan.
4.      Pembagian pekerjaan dan tanggung jawab secara hampir merata antara manajemen dan para pekerja. Manajemen mengambil alih semua pekerjaan yang lebih sesuai baginya daripada bagi para pekerja.
Kontribusi utama Taylor adalah penerapan teknik rasionalisasi untuk kegiatan produksi yang ditujukan untuk pemisahan eksekusi dari konsepsi dan pemberian legitimasi untuk kenaikan lapisan manajer untuk menempati tempat di perusahaan industri yang sebelumnya diperuntukkan bagi para pemilik.

Konstributor utama kedua dalam aliran manajemen ilmiah adalah pasangan suami istri Frank Bunker Gilbreth dan Lillian Gilbreth. Frank adalah seorang pelopor pengembangan studi gerak dan waktu, menciptakan berbagai teknik manajemen yang diilhami Taylor. Dia sangat tertarik terhadap masalah efisiensi, terutama untuk menemukan "cara terbaik pengerjaan suatu tugas". Sedangkan Lillian Gilbreth lebih tertarik pada aspek-aspek manusia dalan kerja seperti seleksi, penempatan dan latihan personalia. Baginya, manajemen ilmiah mempunyai satu tujuan akhir, yaitu membantu para karyawan mencapai seluruh potensinya.
Seperty Taylor, Henry L. Gantt  memiliki konstribusin yang terbesar yaitu penggunaan metoda grafik, yang dikenal sebagai "bagan Gantt" (Gantt Chart), untuk perencanaan, koordinasi, dan pengawasan produksi. Teknik-teknik scheduling modern dikembangkan atas dasar metoda scheduling produksi dari Gantt.
v  Arti Penting Paham Taylorisme
Tujuan Manajemen Ilmiah adalah untuk memusatkan pengetahuan tentang proses produktif di tangan strata teknokrat, loyal ke kelas kapitalis. Teori manajemen ilmiah memikirkan bagaimana membuat manusia bekerja sesuai dengan target yang diharapkan perusahaan namun tetap menggunakan teknik yang terbaik sehingga tidak ada tenaga yang terbuang percuma.
 Metode ini cocok untuk menjawab masalah-masalah sosial individu seperti motivasi, organisasi dan kepegawaian. Teori manajemen ilmiah merupakan awal lahirnya teori manajemen modern. Teori manajemen ini dibuat untuk menentukan cara terbaik dalam menyelesaikan suatu pekerjaan sehingga dapat membuat pekerja lebih produktif sehingga mengurangi hal-hal yang tidak perlu dilakukan selama bekerja. Teori ini membuat standar untuk para pekerja sehingga para pekerja dapat menghasilkan hal yang sesuai dengan yang diharapkan oleh perusahaan. Teori ini telah diteliti selama 20 tahun sehingga hasil penelitian cocok digunakan sebagai referensi bagi perusahaan untuk masa sekarang.








BAB 6.
IDEOLOGI HUBUNGAN MANUSIA

Pikiran Elton Mayo
Pada dekade pertama abad kedua puluh, banyak organisasi memiliki Personil Departemen, yang awalnya hanya melakukan tugas-tugas administrasi seperti merekrut, kontrol absensi, transfer, pemecatan, promosi, dan sejenisnya. Pertama dasar elemen I pendekatan ini, dikenal sebagai sekolah hubungan manusia, adalah fokus pada para pekerja, yang dianggap sebagai individu dalam kelompok yang proses sosial harus dipelajari secara ilmiah. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kepuasan anggota kelompok. Unsur kedua, sering diabaikan dalam manajemen dan buku perilaku organisasi, adalah rekomendasi bagi terciptanya elit manajerial yang memadai dapat memahami dan menangani masalah yang berkaitan dengan hubungan manusia dalam organisasi.
Elton Mayo menjadi tokoh utama dari pendekatan baru untuk manajemen. Mayo megembangkan suatu diagnosis khusus tentang penyebab malaise sosial dan juga menawarkan pendapatnya tentang arah bahwa lembaga-lembaga harus mengadopsi untuk menghindari runtuhnya masa depan mereka sendiri. Menurut Mayo, di masyarakat primitif kode kelompok sosial menentukan posisi individu dan arah hidup mereka. Mayo percaya bahwa tingkat tinggi kemajuan teknologi masyarakat pada masanya kontras dengan konsekuensi negatif dari suatu tatanan sosial yang menghasilkan anomie umum di sektor-sektor besar populasi.
 Di bidang keterampilan sosial, Mayo menganggap bahwa memiliki gudang luas tes seleksi personil, yang tentu saja ia dianggap berguna dalam margin yang terbatas, itu bukan alasan yang meyakinkan. Dalam arti tertentu, elemen umum antara konservatisme Mayo dan pemikiran Marxis ada: gagasan harmoni sosial dalam masyarakat primitif dan sebuah pencarian untuk pemulihan bagi masyarakat masa depan, tapi kesamaan berakhir di sana. Ideologi Mayo dapat dipahami sebagai pertahanan dari sistem kapitalis yang menolak individualisme liberal dan diinstal gagasan kelompok sosial sebagai unit sosial dasar yang memberikan akal untuk kehidupan individu, baik di dalam maupun di luar peran mereka pekerja.

Percobaan Hawthorne
Dalam buku-bukunya, Mayo membuat banyak referensi untuk percobaan ini sebagai bukti kebenaran pandangannya pada pekerjaan dan tatanan sosial. Kesimpulannya menerima penerimaan yang luar biasa dan digambarkan sebagai pekerjaan teladan di sebagian besar teks-teks pengantar untuk disiplin manajemen. Alex Carey benar ketika menyatakan bahwa ada beberapa disiplin ilmu di mana hanya satu atau serangkaian studi sarjana tunggal telah memiliki sebanyak relevansi dengan Elton Mayo dalam manajemen. Carey mengembangkan analisis kritis di mana ia menyimpulkan bahwa temuan dari studi Hawthorne, 'jauh dari mendukung berbagai komponen "pendekatan hubungan manusia," yang mengejutkan konsisten dengan agak tua-pandangan dunia tentang nilai insentif moneter, mengemudi kepemimpinan, dan disiplin '. Di sisi lain, ia berpendapat bahwa, mengingat kekurangan metodologis (misalnya, kurangnya upaya untuk membangun sampel yang representatif dari populasi yang lebih besar daripada kelompok yang diteliti, fakta bahwa kesimpulan yang diperoleh dari pengamatan kelompok disusun oleh hanya lima orang, dll), percobaan tidak bisa secara serius dianggap sebagai bukti untuk setiap jenis generalisasi yang valid. Carey mengakui bahwa analisisnya tidak menguras 'kesalahan kotor dan ketidakmampuan dalam memahami dan menggunakan metode ilmiah yang menyerap studi Hawthorne dari awal sampai akhir', tapi menunjukkan bahwa data yang diperlukan untuk melaksanakan interpretasi statistik tidak tersedia.

Pengaruh hubungan sekolah manusia: praktik administrasi dan perkembangan kemudian.
Meskipun percobaan Hawthorne adalah validitas ilmiah dipertanyakan, pengaruh mereka pada disiplin manajemen telah luar biasa. Mengenai penerimaan saran hubungan manusia sekolah dalam praktek administrasi yang nyata, harus menunjukkan bahwa perusahaan-perusahaan seperti General Electric merancang program pelatihan didasarkan pada beberapa tempat dari mayoism.
Namun demikian, karya Mayo merupakan faktor kunci yang mempengaruhi perkembangan kemudian menggali lebih dalam aspek 'faktor manusia' dalam organisasi. Mayo dikreditkan sebagai inisiator bidang perilaku organisasi, tetapi ada juga perintis lainnya di daerah ini yang harus disebutkan: Jacob Levy Moreno dan Kurt Lewin. Mantan menciptakan disiplin sosiometri, yang mempelajari hubungan tarik-menarik dan tolakan antara individu dan menjadi berguna dalam seleksi personil. Karya-karya yang terakhir memberi jalan untuk dua arus utama.

Arti penting dari ideologi hubungan manusia.
Perhatian ideologi hubungan manusia untuk mengurangi ketegangan sosial segera menyebabkan banyak penulis untuk menuduh para pendukungnya mencoba untuk menghidupkan kembali sistem kapitalis. Ini adalah apresiasi yang benar karena baik Mayo maupun pemikir lain dalam perspektif ini berbicara tentang konflik sosial sebagai manifestasi dari hubungan dominasi muncul dari tatanan ekonomi. Sebaliknya, mereka mencoba untuk memecahkan masalah-masalah sosial dalam kerangka o tatanan yang ada melalui pembentukan kembali kerjasama manusia.


Sejarah Pemikiran Manajemen - Frederick Taylor

Menggugat Manajemen Barat / Frederick Taylor
A BATTLE FOR SPEED
Taylor melambangkan manajemen yang kejam dengan mengendalikan pekerja seolah-olah mereka itu mesin. Dia adalah seorang dengan kepalan tangan yang gemetar, kaki menghentak tiran dengan ego yang haus kekuasaan.  Singkatnya, Taylor sebagian besar dikenang sebagai contoh yang tidak baik untuk mengelola. Tetapi itu sangat disayangkan, karena manajer dapat belajar banyak dari beliau, terutama pentingnya kekuasaan top-down.
            Taylor menciptakan manajemen modern dan itu penting  dalam kehidupan ekonomi. Selama dua generasi, manajer seluruh dunia terbuka memandang Taylor sebagai master intelektual mereka.
Bahkan sekarang ia dianggap
dalam sejarah manajemen. Dia dikenal dengan usahanya yang menguntungkan, seperti penekanan pada  efisiensi, biaya rendah, dan membayar untuk kinerja.
                 Taylor dengan kekuasaan top-downnya, membantu memperkaya Amerika Serikat selama  akhir abad kesembilan belas dan awal abad kedua puluh. Sistem kerja cepat (mesin padat modal) bekerja dengan baik selama revolusi industri, yang ditandai dengan rel kereta api, mobil, pesawat terbang, dan manufaktur massal. Kekuatan top-down dapat disalahgunakan tetapi top-down juga memiliki kegunaan. Pengetahuan bahwa orang  bekerja karena kebutuhan duniawi, membuat Taylor menggunakan uang sebagai imbalan utamanya.
                 Taylor melihat prospek cerah dalam industri berat. Taylor mungkin juga disebut Age of Machine. Batubara, baja, dan uap yang dikenal di zaman kuno tetapi tidak memperkaya dunia sampai abad kesembilan belas. Lalu ketika "alat baja" dari yang belum pernah ada sebelumnya seperti mesin bubut, penekan, dan penggerek, muncullah toko yang menjual pisau, tabung untuk mesin, mesin pemanen, dan meriam.
   Taylor melihat bahwa jalan menuju kekayaan di era mesin adalah meningkatkan
produktivitas. Pada tahun 1879
, Ia dipromosikan menjadi geng-bos atas operator bubut. Dia ditantang untuk membuktikan keberaniannya dengan keluar lebih banyak pekerjaan. Untuk mencoba meningkatkan Output, dia memprovokasi anak buahnya.

                Dia fokus pada masing-masing operator, dan menunjukkan kepada mereka bagaimana mereka bisa menjalankan mesin mereka lebih cepat. Tapi begitu ia berbalik (tidak produktif), Taylor memecat mereka dan mencari pengganti untuk dilatih. Para teknisi berjuang kembali dengan "keras". Hasilnya, orang-orang berpendapat bahwa ini adalah "pembodohan mandor" yang juga disebut "negro-driver."
    Manajemen ilmiah, atau dalam bahasa Inggris disebut scientific management, pertama kali dipopulerkan oleh Frederick Winslow Taylor dalam bukunya yang berjudul Principles of Scientific Management pada tahun 1911. Dalam bukunya itu, Taylor mendeskripsikan manajemen ilmiah adalah "penggunaan metode ilmiah untuk menentukan cara terbaik dalam menyelesaikan suatu pekerjaan." Beberapa penulis seperti Stephen Robbins menganggap tahun terbitnya buku ini sebagai tahun lahirya teori manajemen modern.
     Ide tentang penggunaan metode ilmiah muncul ketika Taylor merasa kurang puas dengan ketidakefesienan pekerja di perusahaannya. Ketidakefesienan itu muncul karena mereka menggunakan berbagai macam teknik yang berbeda untuk pekerjaan yang sama dan nyaris tidak ada standar kerja di sana. Selain itu, para pekerja cenderung menganggap gampang pekerjaannya.
                Taylor kemudian, selama 20 tahun, berusaha keras mengoreksi keadaan tersebut dengan menerapkan metode ilmiah untuk menemukan sebuah "teknik paling baik" dalam menyelesaikan tiap-tiap pekerjaan. Jika sebelumnya pekerja memilih sendiri pekerjaan mereka dan melatih diri semampu mereka, Taylor mengusulkan manajemenlah yang harus memilihkan pekerjaan dan melatihnya. Manajemen juga disarankan untuk mengambil alih pekerjaan yang tidak sesuai dengan pekerja, terutama bagian perencanaan, pengorganisasian, penggerakan, dan pengontrolan. Hal ini berbeda dengan pemikiran sebelumnya di mana pekerjalah yang melakukan tugas tersebut.



THE LAMBS OF BETHLEHEM

Seorang mantan sekretaris Angkatan Laut, William Collins Whitney, multi jutawan intim Rockefeller dan Astors, sedang mencari seorang manajer untuk pabrik dengan pembuatan kertas baru. Dia telah menginvestasikan banyak tabungannya dalam proyek dan pada tahun 1893, tidak dengan bonanzanya yang ia harapkan tetapi dengan kerugian besar, untung baginya orang tuanya kaya. Dari pengalaman ini Taylor mengakui sisi suka menjadi pemodal. Mengingat kesombongannya, ia harus belajar dengan cara yang keras bahwa manajer harus sebanyak pekerja, mungkin lucres budak.
Dalam lima tahun, Taylor memiliki banyak pekerjaan kecil dan kontrak empat bulan-panjang  di sudut-sudut jauh dari lanskap industri. Ia belajar dari klien sebanyak ia mengajar, kemudian membawa pengetahuan barunya ke perusahaan lain, di mana dia belajar lagi. Akhirnya, ia memiliki kurang lebih murid yang bekerja sebagai konsultan dan membantu menyebarkan pengetahuannya dengan susah payah. Setidaknya yang sering, konsultasi Taylor mendorongnya kembali ke arah kebrutalan, ia telah digunakan sebagai pemuda geng-bos di Midvale Steel. Klien mungkin dalam kesulitan, tidak punya uang untuk retooling, tidak ada waktu untuk reorganisasi rumit. Kemudian Taylor memotong biaya dengan cara yang kejam, dengan kecepatan-up dan rendah  Tingkat sepotong bahwa peningkatan produksi dan keuntungan dengan mengorbankan pekerja, terutama jika mereka tidak terampil, mudah diganti, dan karena itu tak berdaya.
Lalu dia datang ke Bethelem. Taylor pindah mengambil kendali tanaman dengan membujuk Linderman untuk menciptakan posisi baru, pengawas manufaktur, dan memberikannya kepada Davenport. Segera, tentu saja ada masalah. Taylor harus meminta Linderman untuk meningkatkan gaji baru mandor dalam pengakuan dari oposisi mereka  yang bertemu di hampir setiap kesempatan, dan ketidakpopuleran yang dihasilkan. Taylor mungkin telah gagal awal untuk mendapatkan Engineering Department, yang bertanggung jawab untuk pabrik dan peralatan yang diletakkan di bawah Davenport sekutunya atau Linderman tidak kembali Davenport.

Taylor yang semakin missives, sedih untuk Linderman menyesalkan bekerja "tanpa membantu Departemen Teknik". Penemuan Taylor baja kecepatan tinggi paradoks memperlambat dia. Dia bersikeras bahwa mesin Betlehem bersiaplah untuk operasi kecepatan tinggi  sebelum ia akan menginstal tingkat potongan yang ia dipekerjakan.
Kesempatan untuk menjadi kaya dari baja kecepatan tinggi lebih lanjut melambat Taylors reorganisasi  Betlehem. Dia menghabiskan waktu mematenkan penemuannya, menjual hak Amerika ke Betlehem, dan mengisi pesanan pembelian yang mengalir dari seluruh dunia.
Bertahun-tahun kemudian, Taylor menceritakan kisah keterlibatannya dalam pemuatan ini operasi sebagai contoh utamanya manajemen ilmiah. Tapi versinya cerita itu kebanyakan fantasi. Rata-rata pekerja dimuat dua belas ton pig iron per hari, ketika menurut Taylor empat puluh tujuh ton itu mungkin! Ia mengaku telah dikumpulkan data yang ada di tangan asistennya Earth matematika, yang menghasilkan "Hukum berat bekerja".
Sebuah pig iron penanganan manusianya bekerja paling efisien, Taylor mengatakan, jika ia berada di bawah beban hanya 43 persen dan beristirahat untuk 57 persen yaitu untuk lainnya.
Kejam sebagai kisah nyata itu tetap menunjukkan bahwa penggunaan Taylor dari kekuatan top-down mendapat hasil. Ia melebih-lebihkan peningkatan produktivitas, tapi ia mengangkatnya tetapi tidak membuktikan "gagasan lama bahwa setiap pekerja bisa melakukan yang terbaik mengatur cara sendiri dalam melakukan pekerjaan. " Tapi keberhasilannya dalam meningkatkan produktivitas shovelers dan pig iron-loader hampir tidak cukup untuk memenuhi Bethlehem.
Sementara itu, ia telah dikenakan biaya Bethlehem dekat dengan $ 100.000 untuk konsultasi biaya untuk dirinya sendiri dan setengah lusin untuk asistennya. Bethlehem juga menanggung biaya eksperimen Taylor dengan baja kecepatan tinggi, ia mengganti atau membangun kembali mesin mahal, reorganisasi yang rumit penyimpanan, konstruksi tentang kantor perencanaan baru, dan sebagainya.
Permainan Taylor adalah untuk mengerahkan kekuatan, tidak tunduk, dan menjawab dengan meminta berlaku untuk mengambil alih seluruh pabrik: "Saya dengan hormat meminta berbagai petugas Perusahaan diminta untuk melaksanakan semua perintah. " "Saya mohon untuk memberitahu Anda," jawab Linderman, "bahwa layanan Anda tidak akan diperlukan oleh Perusahaan ini setelah 1 Mei 1901. "
Betlehem tidak melakukan penanganan orang secara kejam. Dia membiarkan penemuannya baja kecepatan tinggi untuk memperlambat dia untuk turun dan dengan demikian kelelahan dan kesabaran akan didapatkan manajer perusahaan. Setiap kali Taylor mempertahankan dukungan dari manajemen, baik sebelum dan sesudah Bethlehem, ia berhasil. Kekalahan di Betlehem datang dari kekuatan top-down terlalu sedikit, Taylor tidak terlalu banyak.
Ketika ia kemudian mencapai ketenaran di luar dunia usaha, dia akan menggambarkan pada pengalaman Bethlehem untuk mendukung advokasi manajemen kekuasaan. Tapi dia akan menemukan ide-idenya yang sulit untuk menjual secara demokratis kepada masyarakat.











FAME AND FALL
Untuk mengisi kelas time 1910, Dart Mouth Bantuck sekolah berdasarkan kurikulum pada manajemen ilmiah karena, kata dekan, Harlow, Taylor adalah satu-satunya sistem manajemen yang koheren dan logis. Pada kartu intruksi, aturan slide, dan studi waktu sekolah bisnis lending fasad ilmu pengetahuan dan kekakuan akademis. Sistem Taylor meledak keluar dari serambi akademik dan datang ke perhatian nasional pada tahun 1910.
            Ida Tarbell, musuh Rockefeller mewawancarai Taylor dan diberikan untuknya ide bahwa misi industry adalah untuk menghasilkan hasil yang melimpah agar semua orang juga bisa menikmati kelimpahan tersebut. Mantan presiden, Theodore Roosevelt, membuat perusahaan menjadi instrumen kekuatan nasional, bergabung dengan paduan suara, menyanyikan puji-pujian efisiensi.
            Taylor khawatir tentang pemilihan tahun depan, ia takut buruh membuat masalah penggunaan pemerintah. Pada tahun 1914, Taylor melampirkan pengendara untuk perampasan tindakan militer, melarang studi waktu kerja, karena tagihan yang berbeda mendanai arsenal watertown.










THE METHOD IN HIS MADNESS
Di era mesin ,penggunaan tenaga mesin memang faktanya lebih bisa menghemat tenaga. Namun penggunaan tenaga mesin ini sendiri juga memerlukan modal besar serta kemampuan tenaga manusia dalam mengendalikannya. Banyak orang Amerika merasa khawatir karena mereka melihat kekuatan raksasa, keuntungan dan masalah dari perusahaan industri yang baru
Secara eksternal, pewaris dominasi pasar merupakan ancaman bagi konsumen, usaha kecil dan pasar bebas. Secara internal, perusahaan baru menantang kemampuan manajer untuk mengkoordinasikan sumber daya karyawan untuk mencapai modal dalam jutaan. Menurut Fred Taylor ,dari semua perspektif, tantangan dari perusahaan baru adalah mengenai kontrol, yang merupakan kebutuhan yang dirasakan setiap manusia, pembatasan diri dan memerintah orang lain yang disesuaikan waktu dan tempat.
Berbagai pengalaman yang dialami oleh Taylor,  telah membuatnya menjadi seorang yang penting dalam berkontribusi untuk manajemen. Taylor mulai meninggalkan tipe organisasi militer bukan karena otoritarnya yang membuat orang menjadi tertib, tetapi karena otoriter itu memberi mandor otoritas yang mencakup segala sersan. Tanggung jawab mandor terlalu banyak , tidak mungkin mereka melakukan pekerjaan utama sekaligus mengawasi para pekerja, sehingga kurang efisien.
            Lalu muncullah pemikiran Taylor untuk membagi tugas ke departemen dibawahnya , yakni pembagian tugas menjadi empat mandor. Ada yang bertugas sebagai pendorong kinerja karyawan, bertanggung jawab atas alat dan bahan, memeriksa kualitas, dan bagian untuk menjaga mesin. Tujuan pembagian kerja seperti ini agar kinerja perusahaan lebih efisien dan lebih cepat.  Sehingga pencapaian tujuan perusahaan dalam penciptaan output lebih cepat dan efisien. Sistem Taylor sendiri menawarkan pekerja bukan hanya untuk bekerja biasa, namun untuk mengalami kemajuan, menjadikannya lebih terampil, menjadi pekerja kerah putih. Dalam ide gilanya, ia berfikir untuk tidak sekedar membiayai para mekanik terampi, namun juga memperluas jumlah pekerja kerah putih.


Pendahuluan
                Peninggalan Taylor yang paling terkenal dalam ilmu manajemen adalah ide tentang penggunaan metode ilmiah dalam manajemen. Ide ini muncul ketika Taylor merasa kurang puas dengan ketidak efiesiean pekerja di perusahaannya. Ketidakefisienan itu muncul karena mereka menggunakan berbagai macam teknik yang berbeda untuk pekerjaan yang sama. Selain itu, para pekerja cenderung menganggap mudah pekerjaannya.Taylor berpedapat bahwa hasil dari para pekerja itu hanyalah sepertiga dari yang seharusnya. Taylor kemudian, selama 20 tahun, berusaha keras mengoreksi keadaan tersebut dengan menerapkan metode ilmiah untuk menemukan sebuah teknik terbaik dalam menyelesaikan pekerjaan.
            Taylor membuat beberapa pedoman tentang cara meningkatkan efisiensi produksi. Pedoman ini mengubah drastic pola piker manajemen saat itu. Jika sebelumnya pekerja memilih sendiri  pekerjaan mereka dan melatih diri semampu mereka, Taylor mengusulkan manajemenlah yang harus memilihkan dan melatihnya. Manajemen juga disarankan untuk mengambil alih pekerjaan yang tidak sesuai dengan pekerja, terutama bagian perencanaan, pengorganisasian, penggerakan, dan pengontrolan.










KESIMPULAN
Penerapan metode ilmiah yang diciptakan oleh Frederick W. Taylor masih dilakukan sampai saat ini dalam manajemen, konsep-konsep kaidah manajemen yang masih digunakan anatara lain :
1.      Menggantikan metode kerja dalam praktek dengan metode atas dasar ilmu pengetahuan
2.      Mengadakan seleksi, latihan dan pengembangan karyawan
3.      Pengembangan ilmu tentang tenaga kerja, seleksi, latihan, dan pengembangan secara ilmiah perlu diintegrasikan

4.      Perlu dikembangkan semangat dan mental karyawan untuk mencapai manfaat manajemen ilmiah.